Candi Prambanan yang penuh cerita

Banyak orang yang datang ke Jogja belum lengkap kalau belum berkunjung ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan. ya, hal itu emang benar 🙂

sedikit prolog tentang Candi Prambanan yang dapat saya ulas, Candi ini terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20 kilometer timur Yogyakarta, 40 kilometer barat Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

begitu cantik dan mempesonanya mahakarya ini kala di nikmati di sore hari, ketika sang matahari mulai bergeliat untuk istirahat.

semakin petang,  semakin gelap dan perjalananpun dapat dilanjutkan dengan meikmati indahnya perfoma pertunjukan Ramayana Ballet, di samping bangunan megah yang menjadi backgroundnya.

Luar biasa sekali keindahan Jogja,  begitu banyak sekali cerita di balik keistimewaan Jogja

Candi ini terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20 kilometer timur Yogyakarta, 40 kilometer barat Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Posted in tourism object | 2 Comments

Pesona pulo Cemeti

Keindahan Pulo Cemeti

Berwisata ke Tamansari memang sangat menyenangkan, kita bisa melihat taman air yang begitu indah. Ornamen yang beiu eksotis mampu  memanjakan  mata kita akan sejarah. Namun sayang sekali jika kita tidak mampir untuk mengunjungi Pulo Cemeti. Sebagai orang awam mungkin ketika pertama kali kita mendengar nama Pulo Cemeti mungkin kita akan menyimpulakan sebuah pulau kecil yang bernama Cemeti.  Namun kenyataannya tidak demikian. Disana tedapat gedung eksotis bernama Gedhong Kenongo atau pesanggrahan Pulau cemeti. Pulo cemeti adalah sebuah bangunan peninggalan budaya yang terletak di belakang bekas pasar Ngasem.  Bangunan ini sangat kokoh sekali dan tinggi, tidak hiran banyak sekali wisatawan yang datan ke tempat ini menghabiskan waktu berjam-jamhanya untuk melihat keindahan kota Yogyakarta dan menyaksikan matahari terbit dan terbenam serta kemegahan Kraton Yogyakarta.  Tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat raja dan tamu negara beristirahat. Bangunan ini dibangun oleh Sri Sultan HB I setelah perjanjian Giyanti , bangunan ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk mengintai musuh. Hal ini dimungkinkan karena serangan musuh bisa datang kapan saja. Dari atas gedung kita bisa melihat sebagian hamparan kota Jogja begitu sangat jelas. Material bangunan ini juga sama dengan banguna lain disekitar Keraton yaitu dengan campuran batu bata merah, tanah dan pasir untuk membuat dinding bangunan ini. Tembok ini juga sangat tebal, hal ini difungsikan sebagai penahan konstruksi bangunan juga untuk menahan serangan musuh. Bangunan ini konon di buat dengan bentuk leter H. Namun karena berkembangnya jaman gedung ini tampak  berdiri memanjang saja. Pada bagian depan dan belakang gedung terdapat dua pintu gerbang yang mempunyai ornamen khas yaitu dengan gambar relief sulur pohon dan burung. Ornamen ini menyimbolkan peresmian pembuatannya yaitu pada tahun 1765 Masehi.  Gedung ini sangat unik karena memiliki arsitektur yang bagus, yaitu perpaduan antara arsitektur gaya Eropa dan Jawa. Gedhung Kenongo ini konon dulunya memiliki dua lantai yang berfungsi sebagai pementasan gamelan dan jamuan pada lantai satunya, sedangakan pada lantai kedua digunakan untuk istirahat Sultan. Tempat ini duluunya masih aktif digunakan sampai Sultan HB III. Tempat ini di bangun satu paket dengan Tamansari.  Jadi berwisisata ke Jogja merupakan sebuah wisata yang sangat atraktiv sekali karena menawaran begitu banyak objek wisata yang bermuatan budaya, seni,, religius, pendidikan dan banyak sebagainya yang memiliki nilai positif.

Posted in tourism object | 2 Comments

Selarong Cave

Selarong Cave is located at Kembang Putihan Village, Pajangan District, Bantul Regency. It is a historical cave with scenic natural view, cool air and historical traces at the karst hills. The historical value of Selarong Cave is that this cave once used by Diponegoro as a base during his guerilla against the Dutch. The war is known as the Java War which lasted for five years since 1825 – 1830. From Selarong Cave, Diponegoro planned his guerilla strategy and troops launched a sporadic attack to the Dutch army.

B. Description Object

Selarong Cave is located at Kembang Putihan Village, Guwosari, Pajangan District, Bantul Regency. It is about 13 kilometers south of Yogyakarta City or 5 kilometers north of Bantul City. The entrance ticket to Selarong Cave is very affordable. Only need Rp 2.000 per person with some additional money for the parking fee and insurance Then, we are welcomed to enjoy the various objects at Selarong Cave for free.

As we enter the gate to Selarong complex, we will be welcomed by Diponegoro statue. He is in his white robe and turban, riding on his horse looking as if leading his troops with his hand pointing forward, toward the enemy stockade. Before moving forward, it is suggested that we look at the map placed near Diponegoro statue. There are several choices of tourism objects in the map. After that, we can continued the tour into the cave. Along the passage there are sellers, mostly of old age, offering fruits which are Selarong special natural products such as sapodilla, wongai plum, guava, longan, mangosteen, banana, rambutan, and more.

After the historical remains, we can move on to the cave complex by tracing the same passage. It is said that when the rain falls, people can see waterfall flowing from the hilltop across the stairways to the cave. To get to the cave complex you must ascend a series of steps. Permanent stairways have been built to make it easier for visitors to climb and walk through the steep and difficult passage to the cave mouth. In every 10 steps there is a space large enough to take a rest while enjoying the beautiful panorama. There are also frangipani and some other trees growing on both sides of the stairways which shade the passage.

Arriving at the cave, we will see a yard. Never expect seeing a cave with a long, dark and musty trail. Selarong Cave looks more like a chamber for resting. There are two caves at the back of the yard. The one on the left side is known as Kakung Cave. The word kakung in Javanese language means male chief or respected man. It can be inferred then that this cave used to be the chamber or resting place of Diponegoro. The one on the right side, meanwhile, is called Putri Cave which signifies that this cave was inhabited by Raden Ayu Ratnaningsih, Diponegoro’s wife. The word putri in Javanese language means lady or respected woman.

Both Kakung and Putri Caves are located on the lower part of a big lime mountain, which makes it as if two holes were made deliberatily on the mountain for settlement. It was in this cave that Diponegoro planned his strategy with his followers to attack the Dutch. While quartered in Selarong Cave, Diponegoro and his troops were attacked three times by the Dutch on July 25, October 3 and 4, 1825.

Next, we can continues th adventure to the top of the karst hill. There are a series of steps on the left of Putri Cave. They are all in good condition. While ascending the steps, enjoy the scenery around. At the hill top there is an edifice functions as a view tower. From here, we can enjoy the great view and the mountain breeze while taking a rest.

C.Facilties

  • Mosque
  • Playing ground
  • Parking area
  • Souvenir shop
  • vendors
  • Rest area
  • Toilet
  • Camping ground
  • Outbond area
  • Motorcross circuit

D. Acces

Access to transportation to reach the location of attractions Cave Selarong fairly easy. However, you should use a personal vehicle because of public transportation directly to the Cave Selarong currently not so much. This may be because the location is in the region Cave Selarong  mountains despite having a very good asphalt road conditions.

If you are coming from out of town, you can rent motorcycles or cars are widely available in the city of Yogyakarta. Selarong Cave is approximately 13 kilometers south of Yogyakarta.

Meanwhile, if taken from the City of Bantul, the distance to the Cave Selarong is about 5 kilometers to the north.

If You start the trip from downtown Yogyakarta (for example, from the intersection of Post Office / Malioboro / Tugu Station Gondomanan or intersection), there are several routes that you can travel to reach the Cave Selarong attractions. Benchmark of a number of these routes is the South Ring Road (Ring Road South), which is located not so far from the center of Yogyakarta. If you depart from Terminal Giwangan, your journey will be easier because these terminals are located on the shores of South Ring Road. From the South Ring Road, you can choose several routes that go directly to the location of Cave Selarong.

The first route is from the South Ring Road to the intersection Dongkelan (Jalan Bantul), select the direction to the south as far as approximately 1-2 miles until arriving at the entrance region Kasongan craft, then proceed to the west with a distance of about 3-4 kilometers reached the intersection Guwosari / Display.

The second route, from the South Ring Road to the intersection Madukismo and headed straight towards the west with a distance and the same goal with the first route. After arriving at the intersection Guwosari / Display, you can directly go to the location of Cave Selarong by taking a branch to the south. The distance between the intersection Guwosari / Displays the location Selarong Cave can be reached with less than 20 minutes away.

Posted in tourism object | Leave a comment

Watu Kendil

Yellowed rice field looks green. Arranged beautifully in a rice field boxes. splended  viewed from a height. Slightly oblique to the north, the majestic Mount Merapi, Merbabu, Mount Sindoro very fascinating. with Borobudur. All this scenery even more beautiful in the morning, when the sun emerged revealing fog, forming a silhouette. In short, all the perfection of this indescribable scenery.
Watu Kendil was a stone on the hilltops Menoreh can achieve approximately 20 minutes by bike from the Village Head Office Candirejo. But if you want to walk alone, could be faster, because there own route closer than the ride vehicle to rotate. It’s an amazing stone in the top of Menoreh Hill, since like to fall but it never. You can see the clearly of Borobudur Temple scenery and the real village ambience. After that we will continue our journey to Suroloyo. Known as staircase to heaven, it’s about 1000m above sea level, the place where King and Queen of Java used to have a meditation. You will see the four volcanoes such as Merapi, Merbabu , Sindoro and Sumbing from the top and the cloud feel like we are on the heaven, you will see Borobudur Temple is only small point from this place. And surrounding this area is the source of asyri oil and others popular herbs from Java. You will enjoy this experience with some tea or coffee goes with light snack. after traveling about two miles, you’ve arrived at an area Watu Kendil. There you will find a pile of stones shaped Kendil – like a ball stone – attached to the larger stone. Uniquely, the stone had been shaped Kendil never fallen even looks just stick. From this area you can also see the flow of the Progo River snaking like a ring. It’s beautiful.

Watu Kendil handicraft products is usually done by mothers. They used to gather and work in a building used as a center of handicraft industry Kendil Watu. Initial process begins with the selection of craft-making pandan leaves. Then remove the thorns on the leaves, cutting as necessary, boil it, and finally dried for removing the green chlorophyll of leaves. After all the sequence traveled, stayed had a variety of weaving pandanus handicraft. The process of traditional art on this one too can you see yourself.

Posted in tourism object | 4 Comments

Wedang Uwuh

Sejarah pengobatan tradisional Jawa memang menyimpan beragam cerita. Banyak jenis jamu yang lahir dari hasil kreativitas atau coba-coba. Wedang uwuh yang kini sedang digemari banyak orang hanya salah satunya. Meski artinya sampah, wedang ini mampu menyegarkan dan menyehatkan tubuh. Rasanya pun begitu unik.

Ada banyak ragam minuman dalam tradisi masyarakat Jawa yang menyehatkan. Ada wedang jahe, wedang ronde, wedang secang, dan sebagainya. Khasiat minuman tersebut, selain menghangatkan tubuh, ada pula yang mampu meredakan batuk dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Yang kini sedang digemari banyak orang, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya adalah wedang uwuh. Popularitas wedang ini ternyata juga sudah menembus Ibu Kota dan beberapa kota besar di Indonesia lainnya. Tak sedikit orang yang membawa oleh-oleh wedang uwuh siap seduh, sehabis bertandang ke Yogyakarta. Mungkin Anda juga pernah mencicipinya.

Turunkan kolesterol

Uwuh dalam bahasa Jawa artinya sampah. Dijuluki uwuh karena ampas atau bahan-bahan minuman ini ketika sudah bercampur tampak seperti sampah tak berguna. Berbagai jenis herba yang menjadi isi kandungan wedang uwuh di antaranya adalah rimpang jahe, serutan Wit kayu secang, serutan kayu manis, cengkih, daun pala. Kadang ditambahkan pula batang sereh atau daun jeruk. Bisa juga dibubuhi gula batu atau gula merah.

Dilirik dari bahan dasarnya, tidak heran bila wedang uwuh memiliki manfaat untuk kesehatan. Dari mulai jahe, rimpang yang satu ini lebih dari sekadar bumbu dapur. Jahe sudah dikenal manjur mengusir berbagai keluhan. Sifatnya yang panas bermanfaat sebagai penghangat.

Lebih dari itu, jahe, melalui banyak penelitian, terbukti manfaatnya untuk melancarkan peredaran darah. Jahe bersifat antikoagulan (antipembekuan darah) yang lebih hebat daripada bawang putih atau bawang merah.

Jahe juga mampu menurunkan kadar kolesterol karena bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati. Penelitian yang dilakukan para ahli di Jepang memperlihatkan, jahe dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan jalan mengurangi laju aliran darah perifer (aliran darah tepi).

Kayu manis memiliki sifat antioksidan dan membuat rasa wedang menjadi lebih nikmat. Banyak herbalis meyakini bahwa campuran jahe dan kayu manis berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidannya tinggi.

Kaya Antioksidan
Dr Michael dari Herbacure menilai, berbagai kandungan bahan dalam wedang uwuh jika diuraikan satu per satu memang memiliki manfaat beragam. Manfaat itu terutama untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar aliran darah.

Serutan kayu manis dan cengkih, dijelaskannya, adalah herba yang bersifat hangat, juga bisa memberikan aroma sekaligus sensasi rasa yang unik. Daun pala yang mengandung saponin, polifenol, dan flavonoid bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, meredakan perut mulas karena masuk angin, melancarkan sirkulasi darah, dan mengatasi gangguan pada lambung.

Komponen penting lain dalam wedang uwuh adalah secang. Herba yang biasa disebut kayu secang (Caesalpinia sappan) ini telah lama dikenal sebagai bahan ramuan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sifilis, batuk darah, dan radang.

Kayu secang juga dapat dipergunakan sebagai campuran untuk minuman kesehatan dan penghangat badan. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengungkapkan bahwa secang memiliki kemampuan antioksidan, antikanker, memperlancar peredaran darah, dan melegakan pernapasan.

Terakhir, gula batu sebagai pelengkap untuk memberikan rasa manis, tanpa membuang aroma sekaligus rasa asli bahan-bahan ramuan ini.

Cara membuat wedang uwuh ini gampang saja. Semua bahan cukup diseduh dengan air mendidih atau direbus jika ingin membuat dalam ukuran banyak. Beragam bahan dalam wedang itu jika telah menyatu dan direbus akar menghasilkan minuman berwarna cokelat kemerahan yang terbentuk dari warna dominan secang. Bau harum menguar dari aroma kayu manis. Rasa hangat, pedas, manis, berasal dari jahe dan rempah lainnya.

Penasaran ingin menikmati sajian wedang uwuh? Anda bisa membuatnya sendiri. Bahan-bahannya pun tidak sulit didapat. Hampir setiap kios bahan jamu di pasar tradisional menjual bahan-bahan tersebut. Sebagian besar bahan, seperti kayu manis, jahe, kayu secang, gula batu, dan cengkih juga tersedia di pasar swalayan.

Atau bila Anda berkunjung ke Imogiri, jangan lupa membeli oleholeh bahan ramuan wedang uwuh lengkap yang sudah dikemas. Harga per bungkus relatif murah.

sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2009/06/24/14584061/wedang.uwuh.sampah.yang.menyehatkan

image by: http://wiek.files.wordpress.com/2009/04/uwuh.jpg

Posted in tourism object | Leave a comment

Indahnya Pesona Pantai Gunung Kidul

hi all my friends, there is a new tourist attraction ya, who like traveling, please try to visit the attractions in Gunung Kidul, because here a lot of very interesting tourist attraction.

One coastal tourism, nature tourism offers the charm of the beautiful beaches which is very charming with white sand and coral rock carved into a natural. A resolution that need to be aware tour be held strongly to Gunung Kidul and make famous to  international tourism. The lack of promotion and lack of infrastructure that needs improvement to attract more tourists to visit this place. but it should also holding tourist attraction for a tour of different treats. friendliness of people around, the green natural surroundings, as well as shade trees along the way to the beach a tourist attraction is also a strong impetus to attract tourists to visit this place. more or less travel time approximately 2 hours from the city of Yogyakarta to reach the goal. fatigue will be paid after we touch  foot on the white sand beach with a gentle breeze. As you  like to get during the holidays with our  friend, girlfriend, or your family with a tour and get together.

Posted in tourism object | 3 Comments

Jantung pisang masak pedas

Jantung pisang masak pedas

KLIK - DetailBahan :
250 gram jantung pisang
150 gram cumi-cumi iris persegi panjang, kerat-kerat
2 buah cabai merah besar, buang biji iris serong tipis
150 cc santan

Bumbu halus :
6 buah cabai merah
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 buah kemiri goreng
1 cm lengkuas, memarkan
1 lb daun salam
3 sdm minyak goreng untuk menumis
1 sdt garam
pelengkap : bawang merah goreng

Cara membuat :
1. Kupas jantung pisang, iris, rebus dalam air mendidih selama 5 menit, angkat tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan lengkuas, daun salam, cabai merah, cumi-cumi dan santan. Masak hingga cumi matang.
3. Masukkan jantung pisang aduk hingga bumbu merata.
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

Untuk 8 orang

source: http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=2859

Posted in tourism object | Leave a comment

Pesona Pantai Krakal

Salah satu pantai yang harus dikunjungi saat Anda ingin atau sedang melakukan kunjungan wisata pantai di daerah Kabupaten Gunungkidul adalah Pantai Krakal. Pantai Krakal memberikan semua hal yang dibayangkan sebagai sebuah panorama pantai.Di sepanjang perjalanan menuju Pantai Krakal, terlihat keindahan pemandangan bukit-bukit kapur bersama bongkahan-bongkahan batu karang. Banyaknya bongkahan batu karang di sepanjang kiri kanan jalan menuju Pantai Krakal inilah yang dinamakan daerah Karst. Pantai Krakal sendiri terkenal sebagai pantai yang relatif rendah sehingga membuat sinar matahari menimbulkan cakrawala pantai.Pasir putih terhambar memanjang di tepian pantai.

Ada banyak aktifitas menyenangkan yang bisa Anda lakukan di Pantai Krakal. Misalnya Anda bisa bermain dengan ombak laut di sepanjang bibir pantai yang tak putus-putusnya dibawa oleh arus air dari samudera Australia. Sebuah aktifitas langka yang bisa Anda lakukan tentunya jika Anda bertempat tinggal jauh dari pantai. Krakal juga menawarkan aktifitas lain yang sangat menyenangkan yaitu mencari ikan hias di bibir pantai Krakal yang berlumut. Ada lagi aktifitas lain yang tak kalah menyenangkan bermain layang-layang atau sepakbola yang mempunyai panjang bibir pantai sepanjang 40.000 meter tersebut.

Mencari ikan hias

Pantai Krakal terletak di Kampung Krakal Kelurahan Ngestirejo Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten atau 37 kilometer arah selatan dari pusat kota Kabupaten Gunungkidul. Pantai Krakal berada bersebelahan dengan Pantai Tliti yang berada di Kecamatan Tepus yang ditandai dengan bangunan batu berbentuk setengah benteng.

Di musim kemarau seperti saat ini, Pantai Krakal banyak ditumbuhi lumutDi musim kemarau seperti saat ini, Pantai Krakal banyak ditumbuhi lumut

Dalam kunjungan ke Pantai Krakal beberapa hari lalu, Jogjanews melihat beberapa orang berada di bibir Pantai Krakal membawa condet (Jawa: sesek kecil) dan seperti mencari-cari sesuatu dibalik lumut yang terhampar hampir sepanjang Pantai Krakal. Rupanya menurut salah satu pedagang yang juga nelayan di Pantai Krakal, Sawijo (47), beberapa anak muda tersebut sedang mencari ikan hias.

Menurut Sawijo (47), Pantai Krakal mempunyai banyak sekali jenis ikan hias yang biasanya akan muncul ketika air laut berada dalam situasi surut. Jenis ikan hias yang ada di Pantai Krakal antara lain kepe, bustum dan pogat yang mempunyai ukuran badan ikan besar serta ikan hias tliger yang kecil ukuran badannya.

“Ikan hias di Pantai Krakal ini akan muncul dengan mengikuti tanggal bulan. Maksudnya jika tanggal bulan berada di tanggal 1-2-3-4 atau saat air laut surut maka ikan hias akan banyak muncul.Namun jika pada akhir-akhir bulan nanti biasanya sedikit ikan hias yang muncul,” kata Sawijo yang menjajakan dagangannya di tepi Pantai Krakal.

Sepoi angin Pantai Krakal membuat pengunjung betah berlama-lama di Pantai KrakalSepoi angin Pantai Krakal membuat pengunjung betah berlama-lama di Pantai Krakal

Sawijo menceritakan munculnya ikan hias berbarengan dengan kondisi bibir pantai yang mulai ditumbuhi lumut. Tumbuhan lumut akan muncul saat musim kemarau datang. Namun jika musim penghujan lumut akan menghilang karena terpaan air hujan.

Jika Anda ingin mencari ikan hias di Pantai Krakal ini, sudah disediakan condet atau sesek kecil yang bisa membantu Anda menangkap ikan hias yang bersembunyi di balik lumut. Tapi jika anda PD dengan kemampuan tangan kosong Anda menangkap ikan hias tersebut…silakan berburu.

Mencari batu karang

Kegiatan lain yang bisa Anda lakukan di Pantai Krakal adalah mencari batu karang untuk dijadikan bahan dasaran aquarium. Bagi nelayan di Pantai Krakal, mencari batu karang bisa dijadikan pekerjaan sampingan untuk mendapatkan tambahan penghasilan mereka selain mencari ikan. batu karang ini didapatkan nelayan dari ombak air laut yang membawa patahan-patahan terumbu karang dibawah laut.

“Nelayan biasanya mengeringkan batu karang di tepi pantai dalam 1-2 hari agar bisa dijual untuk dasaran akuarium,” kata Sawijo.

Jadi, jika Anda mempunyai jadwal berlibur ke pantai bersama keluarga atau teman dekat, tak ada salahnya Anda pergi ke Pantai Krakal. Tak ada tiket masuk hanya uang parkir untuk kendaraan bermotor seharga Rp.2.000,00 serta uang untuk membersihkan badan Rp.1.000,00 saja.(The Real Jogja/joe)

Pengunjung Pantai Krakal sedang asyik mencari ikan hias dibalik lumutPengunjung Pantai Krakal sedang asyik mencari ikan hias dibalik lumut

source: http://jogjanews.com/2009/08/16/pantai-krakal-pantai-dengan-panorama-yang-mengagumkan/

Posted in tourism object | Leave a comment

Gurihnya Tempe Mendoan

//
//

Tempe Mendoan

//
//

Tempe Mendoan

Material:
100 grams of wheat flour
50 grams of rice flour
2 leeks, sliced
10 pieces of tempe Mendoan, ready to buy, cut into 2 parts
150 ml of water
1 egg
Enough oil, for fryin

source by: http://indonesiafood.net/2009/12/tempe-mendoan-2/

Tempe Mendoan adalah sejenis masakan tempe yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan tepung sehingga rasanya gurih dan renyah. Secara tradisional di wilayah Banyumas, tempe yang digunakan untuk mendoan adalah jenis tempe bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Aakan tetapi tempe mendoan juga dapat dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar.

Bahan:

  • 300 g tempe, iris lebar tipis 10×15 cm
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 100 g tepung beras
  • 1 sdm tepung terigu
  • 125 ml air
  • minyak goreng

Haluskan:

  • 2 siung bawang putih
  • 1 butir bawang merah
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt merica butiran
  • 2 sdt garam

Cara membuat:

  • Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata.
  • Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung.
  • Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras, matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan.
  • Sajikan hangat dengan sambal kecap rawit. Untuk 12 buah.

Variasi lain Resep Tempe Mendoan

Bahan:

  • 250 gr tempe, iris tipis lebar 10 x 6 x 1 cm
  • 75 gr tepung beras
  • 25 gr tepung kanji
  • 3 batang kucai, potong ½ cm
  • 125 ml air

Haluskan:

  • 2 sdt ketumbar
  • 1 siung bawang putih
  • 1 cm kencur
  • garam secukupnya

Cara membuatnya:

  • Campur bumbu halus dengan tepung beras dan kanji.
  • Aduk rata sambil dituang air sedikit demi sedikit.
  • Aduk terus hingga rata dan licin.
  • Masukkan kucainya.
  • Panaskan minyak banyak di penggorengan.
  • Celupkan tempe satu persatu ke dalam adonan tepung.
  • Goreng sampai kecoklatan.
  • Angkat dan sajikan dengan cabe rawit.

Posted in tourism object | 1 Comment

Mantebnya Nasi Brongkos…

Brongkos adalah masakan khas Yogyakarta yang paling jarang merantau keluar daerahnya. Sepintas mirip rawon, namun lebih tebal kuahnya karena dimasak dengan santan, dan bumbu-bumbunya pun lebih lengkap. Kehadiran kacang tolo dan tahu di dalam sajian ini pun membuatnya makin berbeda dari rawon.

Menurut saya, brongkos termasuk makanan yang mudah disukai (easy to like). Pertama, karena masakan berkuah membuatnya terasa segar, khususnya di alam tropis yang sering terik. Kedua, karena isinya terdiri dari daging sapi, kacang tolo, dan tahu yang memang merupakan bahan-bahan makanan populer yang disukai orang.

source by: http://www.detikfood.com/read/2010/05/17/132709/1358463/908/brongkos-gurih-mlekoh

pic : http://media.photobucket.com/image/nasi%20brongkos/y4hy4/Brongkos.jpg

Posted in tourism object | Leave a comment